Test Kadar Gula Darah di SehatQ – Apa Saja Sih Manfaatnya?

test gula darah di sehatQ

Test Gula Darah biasa dilakukan baik sekedar untuk check up kesehatan. Test ini untuk melakukan diagnosis adanya penyakit diabetes. Tetapi, sering juga dilakukan dalam rangka untuk mengecek kesehatan para penderita diabetes. Test gula darah memungkinkan dokter untuk mengetahui bagaimana tubuh pasien dalam mengelola gula. Atau, efektifitas obat / insulin yang dipergunakan oleh pasien.

Bagi pasien diabetes, test gula darah membantu untuk mengendalikan dan mencegah adanya komplikasi karena penyakit gula. Jadi, bisa untuk menentukan tindakan medis yang diperlukan untuk pengobatan Gula darah atau diabetes.

Penyakit gula darah, disebabkan karena kurangnya produksi insulin. Suatu hormon dalam tubuh yang mengubah glukosa menjadi energi. Hormon ini diasilkan oleh pankreas. Untuk penderita diabetes, insulin yang dihasilkan tidak mencukupi. Atau, tidak bekerja dengan baik. Hasilnya, gula menumpuk di dalam darah. Adanya gula ini bisa merusak organ tubuh. Karenanya, perlu dikendalikan dan ditangani dengan baik.

Jika ada organ tubuh lain yang terganggu, maka akan tiombul komplikasi. Dan, menyebabkan kondisi pasien juga semakin memburuk.

Jika Anda ingin test gula darah, maka ada banyak layanan Medical Check Up yang tersedia di website SehatQ. MCU ini ada paket test Gula darah juga. Website ini didukung banyak dokter, Rumah Sakit, juga ada berbagai jenis produk kesehatan.

Kita bisa memilih berbagai jenis layanan test kesehatan. Termasuk tes Gula darah, juga test Covid-19. Selain itu, ada juga penjualan berbagai alat test dan kesehatan pribadi. Juga, ada berbagai layanan kecantikan dan produk kecantikan yang aman dan berasal dari berbagai nama yang terkenal di dunia kesehatan dan kecantikan.

Untuk lebih mengenal tentang berbagai macam penyakit, maka website atau aplikasi SehatQ juga  bisa membantu Anda. Wesbite ini memiliki direktori penyakit hingga 2000 jenis lebih. Ditulis oleh para profesional. Dan, juga ditinjau oleh prefesional kesehatan seperti dokter.

Ada juga, direktori obat, tindakan, medis dan sebagainya. Plus, berbagai diskon untuk perawatan kesehatan dan kecantikan oleh institusi – institusi yang profesional.

Jenis – Jenis Diabetes

Secara umum jenis diabetes ada 2. Yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Tipe 1 yaitu diabetes yang terjadi karena sistem imun penderita justru menyerang pankreas. Tentusaja, hal ini menyebabkan produksi pankreas berkurang. Akhirnya, meningkatkan kadar gula darah.

Baca Juga :   Tips Menyusui Ibu yang Bekerja

Doiabetes tipe 1 penyebabnya adalah imunitas tubuh yang salah sasaran. Karena itu, juga disebut sebagai Diabetes Autoimun.

Tetapi, alasan terjadinya hal ini, belum diketahui. Hingga saat ini, diduga karena adanya faktor genetik dan juga lingkungan. Penderita diabetes tipe 1 ini, jumlahnya sekitar 5% sd 10% dari seluruh penderita diabetes.

Untuk tipe 2, diabetes disebabkan karena sensitifitas tubuh terhadap insulin menurun. Atau, adanya resistansi sel – sel tubuh terhadap insulin. Akhirnya, produksi insulin yang ada tidak maksimal dipergunakan.

Untuk jenis lain, ada diabetes yang temporer. Diabetes ini diderita ibu hamil karena adanya perubahan hormon.  Diabetes ini disebut sebagai Diabetes Gestasional. Dan, akan sembuh saat ibu hamil itu telah melahirkan.

Gejala Diabetes

Anda tahu, diabetes tipe 1 bisa berkembang sangat cepat. Bahkan dalam hitungan hari. Tetapi, Diabetes Tipe 2 terkadang memakan waktu bertahun – tahun untuk dirasakan. Ada saja penderita yang telah beberapa tahun menderita diabetes tipe 2. Tetapi, tidak merasakannya.

Secara umum, penderita diabetes akan mengalamai beberapa hal yang sama. Baik penderita diabetes tipe 1 atau tipe 2.

  • Lebih sering merasa haus
  • Lebih sering buang air kecil. Biasanya di malam hari
  • Sering merasa sangat lapar
  • Berat badan turun
  • Massa otot berkurang
  • Ada sisa Keton pada urine. Keton merupakan sisa lemak dan otot yang dipecah sebagai sumber energi pengganti gula.
  • Pandangan kabur
  • Badan lemas
  • Jika terluka akan sulit sembuh
  • Sering terjadi infeksi. Terutama pada kulit, gusi, saluran kemih dan sebagainya.

Selain gejala – gejala utama yang banyak diderita, ada juga beberapa gejala yang lain.

  • Mulut kering
  • Nyeri dan kaku pada kaki. Rasa terbakar
  • Gatal – gatal
  • Impotensi
  • Lebih mudah tersinggung
  • Hipoglikemia reaktif

Hipoglikemia adalah kondisi kekurangan gula darah. Biasanya, terjadi karena secara reaktif ada produksi insulin berlebihan.

Tanda – tanda hipoglikemia antara lain, lemas, pucat dan keringat dingin.

  • Muncul bercak – bercak hitam di leher, ketiak dan juga di selangkangan. ( akantosis nigrikans )

Bercak – bercak ini adalah tanda resistansi insulin pada sel – sel tubuh.

Prediabetes

Selain yang sudah menjadi penyakit diabetes, maka ada juga kondisi Prediabetes. Pada kondisi ini, kadar gula darah sudah diatas normal. Tetapi, belum cukup tinggi untuk menjadi penyakit diabetes.

Tetapi, jika tidak ditangani, akan bisa menjadi diabetes tipe 2 juga.

Baca Juga :   Paliasa obat herbal untuk masalah liver

Diagnosis Penyakit Diabetes

Gejala diabetes adalah gejala yang berkembang secara perlahan. Bukan tiba – tiba sakit. Kecuali, untuk diabetes Tipe 1. Jadi, diagnosis penyakit ini tidaklah selalu bisa dilakukan pada tahap yang dini. Tetapi, memang ada beberapa tipe orang yang lebih beresiko menderita diabetes dibanding yang lain.

  • Usia 45 tahun keatas
  • Wanita yang saat hamil pernah mengalami diabetes gestasional
  • Orang yang kelebihan berat badan dan memiliki indeks massa tubuh (BMI) di atas 25.
  • Orang yang sudah diiaknosa menderita Prediabetes

Tes gula darah sendiri, adalah metode yang mutlak dilakukan untuk diagnosis diabetes. Test ini berguna melihat kadar gula dalam darah seseorang. Apakah normal atau diatas normal. Untuk testnya sendiri, ada beberapa jenis.

  • Test Gula Darah Sewaktu

Adalah test untuk mengukur tingkat gula darah pada suatu waktu yang acak. Tidak perlu ditentukan apakah malam atau siang. Pagi atau sedudah makan dan sebagainya. Jika hasil test mencapai kadar gula 200 mg/ dL atau lebih, maka dapat disimpulkan pasien menderita diabetes.

  • Test Gula Darah Puasa

Pasien harus berpuasa terlebih dahulu sekitar 8 jam. Gunanya supaya tidak ada glukosa atau sumber glukosa yang masuk. Jika nilai kadar gula darah antara 100 mg / dL sd 125 mg / dL, maka pasien sudah menderita Prediabetes.

Untuk kadar gula darah normal, nilai test gula darah puasa adalah dibawah 100 mg / dL. Untuk penderita diabetes, nilainya mencapai 126 mg / dL atau lebih.

  • Tes Toleransi Glukosa

Seperti namanya, test ini tujuannya melihat dampak masukan glukosa ke tubuh pasien. Pasien akan puasa semalam. Lalu, ada tes darah puasa. Kemudian, minum larutan glukosa khusus. Setelah 2 jam, darah akan ditest kembali.

Jika nilai kadar glukosa mencapai 140 sd 199 mg / dL, maka diagnosisnya adalah Prediabetes.

  • Tes HbA1C (glycated haemoglobin test)

Untuk test ini, yang ditest adalah hemoglobin. Berapa kadar gula yang terikat disana. Test ini bisa melihat kadar gula rata – rata pasien tersebut dalam 2 atau 3 bulan kebelakang. Untuk keperluan test, Pasien juga tidak perlu berpuasa terlebih dahulu.

Jika hasil test HbA1C ada dibawah 5,7%, maka pasien normal kadar gula darahnya. Jika antara 5,7% sd 6,4%, maka pasien sudah menderita prediabetes. Tentu saja, jika nilai test mencapai lebih dari 6,5%, maka pasien sudah menderita diabetes.

Baca Juga :   Benarkah Minum es / air dingin menyebabkan kenaikan berat badan ?

Jika diagnosa pasien menunjukkan penyakit diabetes, tentu dokter akan merencanakan pengobatannya. Jika ada kecurigaan adanya diabetes Tipe 1, maka Dokter akan menambah dengan test autoantibodi. Test ini bisa melihat apakah antibodi pasien merusak jaringan tubuhnya sendiri. Termasuk merusak pankreas yang memproduksi insulin.

Pengobatan Diabetes

Secara spesifik, kata pengobatan ini adalah kurang tepat. Hingga saat ini belum ada cara untuk meningkatkan produksi insulin. Atau, cara supaya efektifitas insulin meningkat.

Yang ada adalah mengendalikan penyebab gula darah menumpuk di tubuh. Misalnya dengan mengatur pola makan yang rendah lemak dan rendah kalori. Juga, tentunya hampir tidak menggunakan gula. Atau, bisa diganti gula khusus untuk diabetes.

Untuk keprluan ini, maka pasien bisa berkonsultasi dengan dokter dan ahli gizi.

Secara khusus, pasien Diabetes Tipe 1 akan diberikan terapi insulin. Juga, untuk kasus diabetes Tipe 2 yang berat.

Untuk Diabetes Tipe 1 yang berat, pasien bahkan bisa menjalani transplantasi pankreas. Jika transplantasi atau penggantian pankreas berhasil, maka obat obat imunosupresif tidak lagi diperlukan.

Untuk penderita diabetes Tipe 2, akan diberikan obat metformin, Obat ini diminum dan berguna menurunkan produksi gula dari hati. Selain itu, ada juga obat yang berfungsi menjaga kadar gula supaya tidak naik terlalu tinggi.

Pencegahan Diabetes

Untuk mencegah diabetews, kita perlu melakukan berbagai hal seperti berikut:

  • Mengatur pola makan yang sehat
  • Menjaga berat badan tetap ideal
  • Berolaraga secara rutin
  • Rutin mengecek kadar gula darah. Minimal sekali setahun

Inilah artikel mengenai diabetes. Jenis, penyebab serta cara menghindarinya. Semoga bermanfaat dan salam sehat dan sukses selalu!


Bisnis anda butuh Jasa buat web untuk online marketing ? gunakan saja Jasa pasang iklan google , dan Jasa Pembuatan Toko Online dan Jasa SEO dari LawangTechno.com , kami siap membantu untuk website dan web hosting murah . kontak hp / wa 081 804 1010 72
Untuk anda yang perlu jasa fumigasi untuk membasmi serangga segera kunjungi web kami
Harga Web harga beton cor | liputan bisnis

Anda membutuhkan jasa pembuatan website ? segera saja kontak lawang techno, lejitkan omset usaha anda dengan website dan rasakan ledakan profit bisnis anda

Related posts