Hari selasa 2 Juli 2018, Gunung Agung mengalami erupsi 3 kali. Letusan pertama terjadi pukul 06.19 WITA. Saat itu, Gunung Agung menyemburkan kolom abu setinggi kurang lebih 2000 meter.

Erupsi kedua terjadi hanya berselang 22 menit kemudian. Pada pukul 06.41 WITA. Saat itu kolom abu teramati menjulang hingga sekitar 1 km dan 700 meter dari puncak gunung.

Malamnya, senin pukul 21.04 Gunung Agung kembali erupsi dengan durasi 7 menit. Erupsi kali ini disertai suara dentuman.

Hari selasa, 3 juli 2018, Gunung agung meletus pukul 09.28 WITA dan pada pukul 09.46 WITA. Pada letusan pertama, tinggi abu mencapai hingga 2000 meter sedangkan pada letusan kedua, ketinggian abu mencapai 500 meter.

Pada hari ini, Gunung Agung kembali meletus pukul 03.25 WITA. Letusan ini mengeluarkan lava pijar setinggi 2000 meter ke arah barat.

Gunung-agung-meletus

Meski telah meletus selama 3 hari, menurut Devy Kamil Syahbana, Kepala Subbidang Mitigasi Gunung Api Wilayah Timur Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), gunung Agung tidak menunjukan indikasi adanya peningkatan aktivitas seismik yang besar.

Letusan ini, yang merupakan tipe “Strombolian” merupakan akibat dari pengerasan lava di permukaan. Karena lava ini mendingin, maka menyumbat lava yang naik kawah dan menimbulkan letusan.

Letusan ini, juga melontarkan lava pijar hingga jarak 2 km dan menimbulkan kebakaran di hutan sekitarnya.

Saat ini, status Gunung Agung adalah status siaga atau level III. Pihak PVMG merekomendasikan supaya zona berbahaya tidak digunakan untuk beraktivitas.

Rekomendasi ini berlaku bagi warga, pendaki serta wisatwan. Untuk warga, mereka memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Selain itu, pihak PVMBG juga menghimbau supaya masyarakat mewaspadai daerah aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung. Seperti diketahui, hujan dapat membawa material dari gunung melewati sungai. Matrerial lahar dingin atau bebatuan ini ukurannya bisa sangat besar dan akan mampu merusakkan apapun yang dilewatinya.

Apabila sebagian masyarakat Bali yang berada di dekat Gunung Agung bisa melihat langsung erupsi secara langsung, masyarakat di Jember merasakan hujan abu dari erupsi ini.

Karenanya, pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat membagikan ribuan masker untuk masyarakat. Pihak BPBD juga menghimbau untuk masyarakat menggunakan masker ini untuk menghindari gangguan pernafasan.



Bisnis anda butuh Jasa buat web untuk online marketing ? gunakan saja Jasa pasang iklan google , dan Jasa Pembuatan Toko Online dan Jasa SEO dari LawangTechno.com , kami siap membantu untuk website dan web hosting murah . kontak hp / wa 081 804 1010 72
Untuk anda yang perlu jasa fumigasi untuk membasmi serangga segera kunjungi web kami
Harga Web harga beton cor | liputan bisnis No ratings yet.

Please rate this