Saab : Gripen Pilihan Terbaik untuk Indonesia

Saab : Gripen Pilihan Terbaik untuk Indonesia

Swedia perusahaan kedirgantaraan dan pertahanan Saab telah bergabung dengan proses tender untuk memasok jet tempur untuk Angkatan Udara Indonesia, yang ingin mengganti armada usang F-5s.

“Kami benar-benar siap untuk bekerja dengan industri lokal … sehingga kami dapat mendukung pengguna akhir dan bekerja dengan industri pertahanan lokal di negara ini,” Dan-Ake Enstedt, kepala Saab Asia Pacific, mengatakan kepada Jakarta Globe.

Menurut Enstedt, keuntungan menang Saab adalah waktu pengiriman dijamin 12 bulan. Dia juga mengatakan bahwa Gripen adalah pesawat tempur multirole sangat handal dengan kemampuan untuk menyebarkan dengan cepat dan mendarat dengan mudah di setiap lokasi.

“Bagi kami, penting untuk membangun kompetensi dengan orang-orang lokal di negara tersebut. Kami menciptakan banyak pekerjaan dengan konsep kita, dan ini adalah sesuatu pesaing kami tidak melakukan. Mereka adalah beberapa hal yang membuat proposal kami yang unik, “kata Enstedt.

Jet Gripen dapat membawa rudal Meteor udara-ke-udara yang bisa mencapai target dalam kisaran 100-kilometer, tetapi juga dapat digunakan untuk tugas-tugas pengawasan. Swedia mengklaim bahwa biaya operasional Gripen itu hanya $ 4.700 per jam – diduga sepuluh kali lebih murah daripada Sukhoi SU-35 atau Lockheed Martin F-22 Raptor.

The Jakarta Globe tidak segera mampu mandiri memverifikasi klaim tersebut.

“Gripen dapat memenuhi setiap kebutuhan operasional yang dihadapi Indonesia dan ini adalah yang paling tempur solusi efektif untuk Indonesia,” kata Enstedt.

Saab mengatakan hal itu juga berkomitmen untuk mentransfer teknologi know-how jika pihak Indonesia akan bersedia untuk membeli Gripen. “Saya pikir kami memiliki strategi yang unik. Kami tidak bekerja dengan ‘kotak hitam’, kami benar-benar berjalan pembicaraan,” kata Enstedt, menambahkan bahwa Saab siap bermitra dengan produsen pesawat lokal Dirgantara Indonesia.

Saab Gripen saat ini bersaing melawan buatan Rusia Sukhoi SU-35 dan Eurofighter Typhoon, yang dibangun oleh konglomerat dari tiga perusahaan Eropa. Kementerian Pertahanan Indonesia ingin membeli sepuluh jet tempur untuk menggantikan Angkatan Udara F-5 Tiger skuadron.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kementerian Pertahanan sedang meninjau opsi.

Mantan Kepala Angkatan Udara Chappy Hakim, sekarang seorang analis pertahanan, kata Angkatan Laut Indonesia telah diperkuat tapi masih perlu dukungan dari Angkatan Udara untuk dapat mengamankan garis pantai negara dan daerah perbatasan.

“Meskipun yang agak terlambat untuk memberikan militer dengan anggaran tambahan untuk militer,” kata Chappy, “kita masih perlu memperkuat pertahanan kami.”



Bisnis anda butuh Jasa Website untuk online marketing ? gunakan saja Jasa Pembuatan Website , dan Jasa Pembuatan Toko Online dan Jasa SEO dari LawangTechno.com , kami siap membantu untuk website dan web hosting murah . kontak hp / wa 081 804 1010 72
Untuk anda yang perlu jasa fumigasi untuk membasmi serangga segera kunjungi web kami

Pencarian :

situs gripen~,

About The Author

Related posts